Elektabilitas Jokowi Tinggi, Bamsoet Mengaku Sudah Tidak Heran Lagi

Oleh : Ronald Tanoso - Senin, 11/02/2019 15:55 WIB

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengajak kedua kandidat untuk mengedepankan sikap kenegarawanan dan juga mengajak para pendukung masing-masing kandidat untuk membuka hati dan pikiran.

Jakarta, INDONEWS.ID - Celebes Research Center merilis elektabilitas Joko Widodo 56,1 persen dan Prabowo Subianto 31,7 persen. Mengetahui hal itu, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo tidak heran jika elektabilitas Presiden Joko Widodo masih jauh mengungguli rivalnya, Prabowo Subianto.

“Kinerja Presiden Joko Widodo selama empat tahun ini terbukti mendapat respon positif dari masyarakat. Namun demikian, Prabowo ternyata cukup tangguh mengejar. Pertarungan pada 17 April nanti akan sangat seru sekali. Semua berada di tangan rakyat mau memberikan kedaulatan kepada siapa, karena itu jangan Golput,” ujar Bamsoet saat menghadiri rilis survei nasional Celebes di Jakarta (10/02/19).

Bamsoet juga meyakinkan jika kedua kandidat baik Jokowi maupun Prabowo akan semakin gencar memanfaatkan sisa waktu yang hanya sekitar dua bulan lagi menuju pencoblosan. Semua hal masih bisa terjadi, elektabilitas masih bisa naik dan turun.

“Walaupun pertarungan sengit, tapi rasionalitas harus tetap dikedepankan. Hindari melakukan kampanye hitam seperti menghasut permusuhan, mempolitisasi agama, maupun menyebarkan hoax dan ujaran kebencian,” tutur Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini juga mengajak kedua kandidat untuk mengedepankan sikap kenegarawanan dan juga mengajak para pendukung masing-masing kandidat untuk membuka hati dan pikiran. Kenali lebih jauh masing-masing capres, timbang dengan baik plus dan minus maupun track record keduanya.

“Jadilah pemilih yang cerdas karena memutuskan pilihan setelah melalui pertimbangan yang matang. Bukan karena pertimbangan emosi sesaat. Bijaksanalah mencari rekam jejak keduanya, bukan hanya dari group WA atau media sosial saja. Melainkan juga harus menggali dari sumber-sumber media massa yang sudah jelas kredibilitasnya,” urai Bamsoet. (ronald)



 

Artikel Terkait