Nasional

Jawab BuzzeRP, Rizal Ramli: Saya Dipecat Jokowi Karena Ganggu Cukong Reklamasi

Oleh : very - Rabu, 28/07/2021 10:59 WIB

Rizal Ramli saat menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya Indonesia pada 12 Agustus 2015 lalu. (Foto: Gelora.co)

Jakarta, INDONEWS.ID -- Ekonom senior, Rizal Ramli geram dengan cuitan-cuitan buzzer di Twitter yang menyebutnya dipecat Jokowi karena berkinerja yang buruk.

Pasalnya, dalam cuitannya, para buzzeRP dan influenceRP tersebut mereka selalu menyebutkan bahwa mantan Menko Kemaritiman itu pental dari Kabinet Joko Widodo karena tidak bisa bekerja.

Padahal, kata aktivis pergerakan itu, dirinya “dipecat” dari Kabinet Jokowi karena tidak bisa dikendalikan karena selalu melawan korupsi, kolusi, dan mengganggu cukong reklamasi.

"RR dipecat krn tidak bisa dikendalikan krn selalu lawan korupsi & kolusi dan ganggu cukong reklamasi. Gitu aja ribet," kata Rizal dalam akun twitternya @RamliRizal, Senin (26/7/2021).

Mentan Kepala Bulog itu mengatakan, para penguasa yang merangkap pengusaha yang memiliki sejumlah proyek yang merugikan negara ini dihentikannya. "Peng-Peng (Penguasa-merangkap-Pengusaha), proyek mereka yg merugikan negara di stop oleh RR. Contoh proyek pipa BBM sepajang Jawa, Tanki BBM di Banten & Makasar. Total nilainya $3,6 Milyar (50T), yg PengPeng marah, belum lagi proyek2 listrik asal2an," ujarnya.

Hal inilah yang membuat mereka marah karena itu bersekongkol menjatuhkan Rizal Ramli dari kursi menteri.

Mantan Menko Perekonomian itu juga mengatakan, ada beberapa penyebab seseorang dipecat dari kabinet. Pertama, karena korupsi, kolusi dan nepotisme. Kedua, untuk kepentingan reorganisasi. Ketiga sang menteri tidak bisa dikendalikan.

“Pejabat dipecat krn 3 sebab: KKN, reorganisasi, dan `tidak bisa dikendalikan`,” ujarnya.

Karena itu kata Bang RR – sapaan Rizal Ramli- para buzzeRP dan influenceRP tidak pandai dalam membaca kinerja seorang pejabat. “BuzzeRP2 oon sangat doyan beri label pecatan, Krn tidak cerdas baca kinerja,” katanya.

"BuzzeRP2 oon sangat doyan beri label pecatan, Krn tidak cerdas baca kinerja. Pejabat dipecat krn 3 sebab: KKN, reorganisasi, dan `tidak bisa dikendalikan`. RR dipecat krn tidak bisa dikendalikan krn selalu lawan korupsi & kolusi dan ganggu cukong reklamasi. Gitu aja ribet," kata Rizal Ramli.

Seperti diketahui, Rizal Ramli menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya Indonesia pada 12 Agustus 2015 lalu. Ia menggantikan Indroyono Soesilo. Namun jabatan itu tak sampai satu tahun. Pada 27 Juli 2016, ia digantikan oleh Luhut Binsar Pandjaitan. (*)

 

Loading...

Artikel Terkait