Nasional

Begini Respon Dedi Mulyadi Usai Dilaporkan ke Bareskrim oleh Orang Tua Siswa Terkait Barak Militer

Oleh : Rikard Djegadut - Minggu, 08/06/2025 19:05 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menanggapi dengan santai laporan seorang orang tua siswa asal Bekasi ke Bareskrim Polri terkait kebijakan pengiriman siswa bermasalah ke barak militer. Menurut Dedi, laporan tersebut tak perlu direspons secara emosional.

“Berbagai upaya yang diarahkan pada diri saya, baik kritik, saran, bully, nyinyir, atau upaya untuk mempidanakan diri saya, gak usah ditanggapi dengan emosi. Kita hadapi dengan rileks aja. Mungkin mereka lagi mencari perhatian," ujar Dedi dalam keterangannya, Minggu (8/6/2025).

Laporan ke Bareskrim dilayangkan oleh Adhel Setiawan, orang tua siswa asal Bekasi, yang menilai kebijakan Dedi telah melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak. Adhel menyebut pelibatan siswa dalam kegiatan berbau militer bertentangan dengan Pasal 76H UU Perlindungan Anak, yang melarang pelibatan anak dalam kegiatan militer.

"Kami memasukkan ke Bareskrim mengenai unsur-unsur pidana terkait dengan kebijakan Dedi Mulyadi tersebut. Salah satunya Pasal 76H, yang mengandung ancaman pidana 5 tahun," kata Adhel di Bareskrim, Kamis (5/6).

Ia juga menyoroti metode pembinaan di barak yang dianggap tidak sesuai dengan prinsip pendidikan anak. “Mana ada masa membentuk karakter anak digundulin, dipakein baju militer, disuruh merangkak di tanah-tanah kotor,” keluh Adhel, seraya menekankan pentingnya pendekatan dari tenaga ahli pendidikan dan psikologi anak.

Menanggapi hal tersebut, Dedi menegaskan bahwa kebijakan itu didasarkan pada niat baik untuk membentuk karakter generasi muda Jabar agar tangguh dan berdaya saing. “Bagi saya, apa yang dilakukan adalah upaya mencintai seluruh rakyat Jawa Barat dan mencintai generasi mudanya,” ucapnya.

Ia menyebut bahwa pembinaan di barak merupakan bagian dari misi besarnya mencetak generasi muda yang mampu bersaing di berbagai sektor kehidupan. “Saya ingin anak-anak muda Jabar menguasai teknologi, industri, pertanian, peternakan, perikanan, kelautan, kewirausahaan, dan berbagai profesi lainnya. Dan itu harus dibentuk dengan watak dan sistem yang hebat,” tegas Dedi.

Sementara itu, Adhel menyatakan masih akan melengkapi bukti aduan ke Bareskrim dan menunggu panggilan lanjutan dari pihak kepolisian. “Nanti dalam seminggu ini akan dikonfirmasi lagi oleh Bareskrim untuk menentukan bukti-bukti apa saja yang kurang atau perlu dilengkapi,” pungkasnya.

Artikel Lainnya