Gaya Hidup

Sukses Hasil Kerja Keras atau Pesugihan? Film Aku Harus Mati Ajak Penonton Refleksi diri

Oleh : rio apricianditho - Kamis, 26/03/2026 18:36 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Di era di mana flexing media sosial jadi tolok ukur kesuksesan, banyak dari kita yang akhirnya terjerat hutang demi menuruti ego dan nafsu belaka, hingga lupa 

akan konsekuensi yang harus dibayar

Melalui film “Aku Harus Mati”, Rollink Action bersama Executive Producer Irsan Yapto dan Nadya Yapto, mempersembahkan film horor yang tak hanya menjual kengerian, namun juga sebagai refleksi diri dan sekitar akan bahaya sebuah ambisi. Film horor misteri garapan sutradara Hestu Saputra dan penulis Aroe Ama ini akan menantang nurani penonton mulai 2 April 2026 

di seluruh bioskop Indonesia. 

“Di era modem, banyak orang merasa harus terlihat berhasil dan diakui oleh lingkungan. Tekanan itu kadang membuat seseorang tergoda mencari cara instan untuk mencapai kesuksesan. Film “Aku Harus Mati” akan mengajak kita untuk berpikir, apakah mereka yang rajin flexing di media sosial, murni sukses hasil kerja keras atau malah hasil pesugihan?” kata Irsan Yapto, Executive 

Producer

Berkisah tentang Mala (Hana Saraswati), seorang yatim piatu yang terlena akan validasi setelah mencicipi kehidupan glamor di kota besar yang membuat Maia terjebak hutang hingga dikejar debt collector. Berusaha lari dari kenyataan, Mala kembali ke panti asuhan tempatnya dibesarkan untuk menemui sahabat lamanya, Tiwi (Amara Sophie) dan Nugra (Prasetya Agni), serta sosok. 

orang tuanya, Ki Jogo (Bambang Paningron).

Sesampainya di panti, Mala mendapati bahwa dirinya dalam bahaya Bersama kedua sahabatnya Mala melakukan perjalanan penuh misteri untuk menguak rahasia gelap masa talu sebuah keluarga yang menjadi kunci utama untuk menemukan jati dirinya yang hilang. “Lewat fiim “Aku Harus Mati", kami ingin mengajak penonton untuk merenungkan kembali, bagaimana ambisi dan kebutuhan akan vahdasi bisa membuat seseorang kehilangan arah Fiim ini menjadi pengingat bahwa keindahan dunia sering kali menipu.

Ketahuilah, kesuksesan sejati seharusnya datang dari proses kerja keras dan integritas, bukan dari jalan pintas yang pada akhirnya bisa menghancurkan diri sendiri dan orang sekitar." ujar Hestu Saputra, Sutradara.

Daftar Pemeran & Produksi Produksi: Rotlink Action Eksekutif Produser: Irsan Yapto & Nadya Yapto Sutradara: Hestu Saputra Penulis Naskah: Aroe Ama Pemeran Utama: Hana Saraswati sebagai Maia Amara Sophie sebagai Tiwi Prasetya Agni sebagai Nugra Mila Rosint sebagai Nilam Bambang Paningron sebagai Ki Jago. Siapakah yang akhirnya akan dikorbankan?

Siapa sebenarnya pemegang perjanjian iblis tersebut? Temukan jawabannya dalam "Aku Harus Mati", hanya di bioskop mulai 2 April 2026 Kontak Media: Adam P. Hartono 162 811-8851-228 Email: press @rollinkactlon.com Instagram 

Tentang Rollink Action: 

Rolink Action adalah rumah produksi film, anak perusahaan dan Link Group Intematonal, grup media & marketing independen yang berkantor pusat di Jakarta, Indonesia. Rollink Action berkomitmen untuk menghadirkan karya-karya film dengan vsual berkualitas, memiliki narasi kuat berbasis pada isu sosial dan budaya yang dalam, 

Tidak hanya karya yang berkualitas, Roilink Action juga berkomitmen untuk selalu membenkan kesempatan kepada talenta-talenta Indonesia untuk bisa berkarya menghasiikan film dengan visual, centa dan pesan yang kuat. 

Selaras dengan Link Group Intemational yang selalu menghasilkan strategi promosi iklan yang berbasis pada data konsumen yang kuat, Rollink Action juga selalu had dengan karya film dengan centa yang diambil dari pendekatan audrence point of vew sehingga menghasiikan karya yang terasa dekat dan relevan dengan penikmat film Indonesia. 

Tentang Link Group International: 

Link Group Intemational didinkan pada tahun 2014 oleh pasangan suami-istri Irsan dan Nadya Yapto, Link Group adalah grup media & marketing independen yang berkantor pusat di Jakarta.

Melalui entitas unggulannya, Adiink, perusahaan ini mempelopori buif-in markelng berskala besar, menghasilkan puluhan ribu Integrasi merek di berbagai platform film, televisi, dan digital. Saat Ini, Link Group mengoperasikan tujuh unit bisnis khusus yang menyediakan layanan terpadu mula! dari creative advertising, integrasi produk, strategi media, pengembangan IP dan komuntrtas, hingga komunikasi merek lintas platform. 

Grup ini menguasai pangsa pasar mayoritas untuk buff-n marketing di televisi free-to-air Indonesia dan masuk dalam daftar 3 teratas dalam belanja media iklan nasional.

Artikel Lainnya