Toraja Utara, INDONEWS.ID — Praktisi Hukum sekaligus Ketua Pemuda Toraja Indonesia (PTI) Provinsi Papua Barat, Patrix Barumbun Tandirerung, menilai bahwa hilangnya seorang pemuda bernama Stoner di Kabupaten Toraja Utara yang hingga kurang lebih 3,5 tahun belum menemukan titik terang merupakan persoalan serius yang membutuhkan perhatian seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, lamanya proses pengungkapan perkara yang diduga berkaitan dengan tindak kekerasan tersebut seharusnya menjadi dasar bagi DPRD Kabupaten Toraja Utara untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus). Langkah tersebut diperlukan sebagai bentuk fungsi pengawasan lembaga legislatif terhadap proses penegakan hukum sekaligus memberikan dukungan politik yang memadai demi mendorong pengungkapan perkara secara transparan, objektif, dan berkeadilan.
Patrix juga mendorong pihak kepolisian agar secara berkala menyampaikan perkembangan penanganan perkara kepada publik, khususnya kepada keluarga korban. Keterbukaan informasi dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses hukum sekaligus memberikan kepastian bahwa upaya pengungkapan kasus tetap berjalan.
Selain itu, ia mengaku belum melihat adanya komitmen yang kuat dari para pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah maupun instansi terkait, dalam membangun sinergi untuk mendorong penyelesaian perkara tersebut secara adil dan menyeluruh. Menurutnya, pengungkapan kasus ini tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan dukungan nyata dari seluruh elemen pemerintahan.
Lebih lanjut, Patrix menyampaikan keprihatinannya terhadap sejumlah peristiwa yang terjadi belakangan ini. Ia menilai kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa generasi muda Toraja berpotensi terjebak dalam budaya dan siklus kekerasan apabila tidak segera direspons melalui langkah-langkah pencegahan, penegakan hukum yang tegas, serta penguatan pendidikan karakter dan perlindungan terhadap generasi muda.
"Kasus ini tidak boleh dibiarkan menjadi catatan yang terlupakan. Negara melalui seluruh instrumennya harus hadir untuk memastikan setiap warga negara memperoleh kepastian hukum dan keadilan. Pengungkapan perkara ini adalah bagian dari upaya menjaga rasa aman masyarakat dan memutus mata rantai kekerasan di tengah generasi muda," tegas Patrix Barumbun Tandirerung, Praktisi Hukum sekaligus Ketua Pemuda Toraja Indonesia (PTI) Provinsi Papua Barat.