Bisnis

Parman Nataatmaja: PNM Memperluas Jaringan Hingga Pelosok

Oleh : adri - Sabtu, 10/06/2017 09:43 WIB

Jakarta, INDONEWS.ID - Direktur Utama PNM Parman Nataatmadja, menjelaskan PNM akan terus memperluas jaringan layanan hingga di seluruh pelosok Indonesia. Hal tersebut terbukti hingga saat ini PNM telah berada di 3.500 kecamatan di 32 provinsi Indonesia. Hal tersebut dijelaskan Parman Nataatmadja saat acara diskusi sekaligus buka puasa bersama awak media di Grand Indonesia, Jakarta, Jumat (9/6/2017) malam. Ditambahkan Parman, saat ini PNM memiliki dua layanan yang bertujuan untuk memajukan ekonomi kerakyatan, yaitu Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) dan Membina Ekonomi Kerluarga Sejahtera (Mekaar). Dimana, kedua layanan tersebut memberikan pembiayaan serta pembimbingan usaha kepada pelaku Usaha, Mikro dan Kecil (UMK) dan perempuan prasejahtera. Untuk layanan PNM Mekaar yang diluncurkan pada November 2015, telah memiliki 639 cabang PNM Mekaar dan melayani 834.711 nasabah di seluruh Indonesia. Sedangkan untuk layanan nasabah ULaMM PNM akan terus ditingkatkan dengan menerapkan sistem Otomasi yang merupakan teknologi informasi yang akan mempercepat proses pendataan nasabah hingga pada proses pencairan dana pembiayaan nasabah. Ardi Sutedja, Chairman and Founder Indonesia Cyber Security Forum (ICSF) menambahkan sebelumnya petugas ULaMM masih melakukan pendataan secara manual melalui komputer yang ada di kantor, kini petugas ULaMM dapat langsung melakukan pendataan langsung di lokasi nasabah berada. Hal tersebut menyederhanakan seluruh proses bisnis. ”Mengedepankan fungsi teknologi untuk pemutakhiran proses dan tujuan usaha/bisnis. Sektor Keuangan kini sudah menyadari potensi-potensi tekhnologi untuk mengintegrasikan dan menyederhanakan seluruh proses bisnis,” ujar Ardi Sutedja. Dalam acara diskusi dan buka puasa tersebut mengambil tema "Pembangunan Ekonomi Kerakyatan Melalui Program PNM” dan menghadirkan Parman Nataatmadja, Direktur Utama PNM; Rofikoh Rokhim, Dosen Tetap Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia; dan Ardi Sutedja, Chairman and Founder Indonesia Cyber Security Forum (ICSF). (Lka)
TAGS :

Artikel Terkait