Pojok Istana

Presiden: Pemerintah Inginkan Penyederhanaan Parpol dan Pemilu

Oleh : adri - Senin, 19/06/2017 11:46 WIB

Presiden Jokowi saat menjawab pertanyaan wartawan di Ungaran, Kabupaten Ungaran, Jawa Tengah (16/6). (Foto: Setkab.go.id)
Semarang, INDONEWS.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pemerintah menginginkan adanya penyederhanaan partai politik dan proses penentuan calon presiden (presidential threshold). Karena itu, Presiden telah memerintahkan Menteri Dalam Negeri untuk mengawal sikap pemerintah dalam RUU Penyelenggaraan Pemilu (RUU Pemilu) yang tengah dibahas pemerintah dan DPR. “Politik negara ini akan semakin baik harus ada konsistensi, sehingga kita ingin kalau yang dulu sudah 20 (persen), masak kita mau kembali ke nol,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan usai santap malam di kawasan Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (17/6/2017) malam. Presiden mengatakan, penerapan ambang batas secara konsisten akan menciptakan penyederhanaan partai politik. “Baik parpolnya, baik dalam pemilunya,” ujar Presiden seperti dikutip Setkab.go.id. Sebagaimana diketahui, pembahasan RUU Pemilu masih menyisahkan beberapa isu krusial yang belum memperoleh kesepakatan, salah satunya terkait presidential threshold. Terkait kemungkinan pemerintah menarik diri dalam pembahasan lanjutan RUU Pemilu, Presiden Jokowi menegaskan, pemerintah belum memikirkan hal tersebut. “Kamu jangan manas-manasi,” kata Presiden menjawab wartawan. Demikian pula terkait kemungkinan menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) jika tidak ada titik temu di DPR, Presiden Jokowi mengatakan, bahwa saat ini RUU tersebut masih dalam pembahasan. “Kita ini sudah mengajak bicara fraksi-fraksi yang ada disana untuk bersama-sama. Jangan hanya kepentingan hari ini atau kepentingan pemilu ini atau jangan kepentingan pilpres ini. Tapi harusnya visi ke depan kita, politik negara harus seperti apa. Kita harus menyiapkan itu,” pungkas Presiden. (Very)  
TAGS :

Artikel Terkait