Sosok

Mengenal Alumni SMAN3 Jakarta: dari Dirjen hingga Dubes

Oleh : Rikard Djegadut - Jum'at, 23/04/2021 12:01 WIB

Muhammad Khayam, Aidil Chandra Salim dan Freddy Harris (Foto: Collage)

Sosok, INDONEWS.ID - Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Teladan Jakarta atau SMAN3 Teldan Jakarta sukses mencetak banyak tokoh yang berkiprah baik di tinkat nasional maupun internasional.

Tiga tokoh yang pernah mengenyam pendidikan di sekolah yang akan merayakan Dies Natalis-nya ke-68 pada 24 Oktober mendatang adalah Aidil Chandra Salim, Freddy Harris dan Muhammad Khayam.

Siapa saja mereka dan seperti apa kontribusi mereka bagi negeri ini, simak selengkapnya!

Aidil Chandra Salim

Dr. Aidil Chandra Salim adalah seorang diplomat Indonesia. Mantan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Fiji dan mantan Direktur Timur-Tengah, Kementerian Luar Negeri.

Ia mewakili Indonesia sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Republik Kepulauan Fiji setelah dilantik oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 20 Januari 2010.

Dari seluruh perjalanan karirnya, sosok yang akrab disapa Chandra ini mengaku menjadi Duta Besar LBBP adalah tujuan akhir dari karirnya sebagai diplomat. Sebab tidak semua diplomat dapat memperoleh posisi itu.

Chandra mengawali karier diplomatnya setelah 7 tahun bergelut di sektor swasta, dirinya terpanggil untuk pindah jalur ke sektor pemerintah, khususnya di Kementerian Luar Negeri mengikuti jejak sang ayah pada tahun 1987.

Chandra dilahirkan di Roam Italia. Kehidupan berpindah-pindah di luar negeri dan mempelajari berbagai macam budaya luar secara langsung memberikan kesenangan dan pengalaman yang luar biasa.pada tahun 1987.

Sebelumnya, Chandra bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan swasta dari tahun 1979 sampai 1987.

Dari informasi yang dihimpun media ini, Chandra pernah menjadi Staf Protokol Kepresidenan pada 1988-1990. Menjadi pejabat Direktur untuk Urusan Timur Tengah, Direktorat Jenderal Urusan Asia–Pasifik dan Afrika (2005–2007); Direktur Urusan Timur Tengah (2007–2010).

Untuk penempatan di luar negeri atau diplomatic Posting, Chandra pernah menjadi Kepala Bagian Informasi Ekonomi dan Sosial Budaya Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Vancouver, Kanada (1993–1996).

Wakil Kepala Bagian Ekonomi Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Frankfurt, Jerman (1999–2003); Kepala Bagian Politik, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Canberra, Australia (2003–2004); Anggota Delegasi Indonesia pada Konferensi Perdamaian Israel di Annapolis, Maryland, Amerika Serikat (2007).

Terakhir, setelah menjadi Duta Besar LBBP di Fiji, Chandra menjadi menjadi Deputi Hukum dan Kerjasama, BNN (2014-2016)

Ketika menjabat sebagai Direktur Timur-Tengah, dirinya bekerjasama dengan kelompok dokter-dokter yang tergabung dalam LSM Merci dan Kedutaan Palestina di Jakarta melakukan penggalangan dana.

Hasilnya, Rumah Sakit RI di Gaza dibangun pada 2007-2008. Meski tidak hadir saat peletakan batu pertama pembangunan, namun itu merupakan sebuah kebanggaan tersendiri baginya. Pada tahun 2009, Perdana Menteri Palestina memberinya penghargaan atas upaya-upaya tersebut.

Saat menjadi Duta Besar LBBP di Fiji, ia berhasil meredam isu terkait Papua dengan membujuk Fiji, sebagai salah satu negara di Pasifik yang suaranya paling didengar.

Strategi yang digunakannya agar Fiji dapat membantu Indonesia meredam isu Papua adalah dengan melakukan pendekatan kepada Gereja-gereja, rakyat (Tetua Adat atau raja-raja), dan media.

Pendekatan tersebut dilakukan melalui berbagai kerjasama ekonomi, kebudayaan dan bantuan pembangunan kapasitas manusia. Dengan cara tersebut, pihak gereja, tokoh Tetua Adat maupun media memberikan endorsement untuk mengurangi provokasi mengenai isu Papua di kawasan, baik secara nasional di Fiji maupun regional melalui organisasi Melanesian Spearhead Group/MSG.

Aidil Salim juga sukses meyakinkan Fiji yang sudah buruk dalam praktek demokrasi. Ia lalu melakukan presentasi mengenai proses Pemilu di Indonesia dalam rapat Kabinet Fiji (hanya Indonesia satu-satunya negara yang dapat dan pernah melakukan paparan tentang pemilu di Kabinet).

Setelah itu, pihaknya mengundang Perdana Menteri Fiji untuk membuka Kedutaan Besar Fiji di Jakarta dan berkunjung ke KPU. Dengan hubungan RI-Fiji yang sangat dekat, Presiden Fiji menganugerahkan penghargaan sebagai Bintang tanda jasa (Penghargaan untuk pertama kalinya diberikan kepada Negara asing).

Aidil Chandra menikah dengan seorang wanita bernama Jehanara dan telah dikaruniai dua anak laki–laki dan satu anak perempuan.

Aidil Chandra menamatkan pendidikan tinggi ekonominya di Universitas Pancasila, Jakarta. Latar belakangnya sebagai sarjana ekonomi mengharuskannya mengikuti berbagai sekolah dan kursus lainnya untuk menunjang kariernya sebagai diplomat.

Sambil berkarier di Departemen Luar Negeri, Aidil juga berhasil mendapatkan gelar master ekonomi dari University of New South Wales, Australia.

Atas dedikasinya, Pemerintah RI menganugerahkan penghargaan berupa medali pengadian kepada Aidil Salim antara lain Medali Pengabdian Kepada Pemerintah (10 Tahun) dan Medali Pengabdian Kepada Pemerintah (20 Tahun).

Aidil Chandra Salim bersama Pemimpin Redaksi Indonews.id Asri Hadi

Muhammad Khayam

Saat ini, Muhammad Khayam dipercayatkan untuk mengisi posisi strategis di Kementerian Perindustrian Republik Indonesia sebagai Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil.

Pria kelahiran Jakarta 1962 ini terpilih untuk menjabat sebagai Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil pada tanggal 18 Oktober 2019.

Muhammad Khayam terbilang orang lama atau ahli di bidang industri kimia. Selain pendidikan, pengalamannya membuktikan hal tersebut.

Sebelumnya, Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (2018 – 2019).

Ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Industri Kimia Hulu (2016 – 2018) dan menjabat sebagai Direktur Industri Kimia Dasar (2014 – 2016).

Jabatan sebagai Kepala Sub Direktorat Industri Kimia Organik Dasar pada Direktorat Industri Kimia Dasar diembannya pada 2010 hingga 2014.

Sementara sebagai Kepala Sub. Direktorat Kerjasama Industri dan Promosi Investasi dipegangnya pada 2007-2010.

Atas dedikasi dan pengabdiannya, Muhammad Khayam memperoleh beberapa penghargaan selama berkarir di Kementerian Perindustrian yaitu Satyalancana Karya Satya X dan XX tahun oleh Presiden RI pada tahun 2001 dan 2017.

Selepas menyelesaiaikan pendidikan menengah atas dari SMAN3 Teladan jakarta, Muhammad Khayam menyelesaikan pendidikan dan meraih gelar Sarjana Teknik Kimia dari Institut Teknologi Bandung (1990).

Beberapa tahun kemudian, Muhammad Khayam melanjutkan pendidikannya di Program Pascasarjana Magister Teknik Mesin di Universitas Indonesia dan lulus pada 2002.

Freddy Harris

Dr. Freddy Harris, S.H., LL.M., A.C.C.S., adalah seorang dosen dan peniliti serta pakar di bidang kekayaan intelektual dan cyber law. Saat ini, ia menjabat sebagi Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (KemenkumHAM).

Selain menjabat sebagai Dirjen KI Kemkumham, Freddy juga menjabat sebagai dosen sekaligus Dekan Fakultas Hukum Universitas Esa Unggul, Jakarta.

Di Sektor swasta, Haris mengawali karirnya sebagai Assisten HRD Manager Fasa Bumo Laksana Group. Masih pada perusahaan yang sama, karirnya menanjak menjadi Legal Officer hingga menjadi Legal Manager.

Selanjutnya, ia menjadi Counselor pada Law HAEYS IT Legal Consultant pada 2010, kemudian menjadi Partner pada Erman Kurnia Freedy Counselor at Law pada 2010 hingga 2015.

Saat ini, selain sebagai Dekan, Freddy merupakan Dewan Pengawas Pengelola Nama Domain Indonesia (PANDI).

Sementara di sektor Pemerintahan, Freddy ditunjuk menjadi Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan & Alumni FHUI pada 1999 hingga 2004.

Kemdudian menjadi Kepala Lembaga Kajian Hukum dan Teknologi UI dan Kepala Klinik HAKI Universitas Indonesia yang diembannya hingga 2004. Sementara Kepala Lembaga Kajian Hukum Pasar Modal & Keuangan dijabatnya sejak 2003 hingga sekarang.

Freddy juga diketahui menjadi Dewan Komisaris PT. KAI 2018 dan Ketua Komite Pemantau Manajemen Risiko PT KAI 2020, masing-masing dijabatnya hingga sekarang.

Selain menjadi dosen Luar Biasa di Universitas Esa Unggul, Freddy Harris juga mengajar di Fakultas Hukum UI, Dosen S2 HAKI Magister Ilmu Hukum Universitas Jenderal Soedirman dan Dosen S2 Magister Kenotariatan Universitas Surabaya.

Sebelum menjabat sebagai Dirjen KI, Freddy pernah menjabat Sekretaris Direktorat Jenderal Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) pada periode 2010-2016 hingga akhirnya menjabat sebagai Dirjen AHU pada periode 2016-2017.

Kala itu sejumlah penghargaan diraih pada masa kepemimpinannya. Misalnya saat masih memimpin Ditjen AHU, Freddy sukses mendapatkan peringkat pertama Inovasi Pelayanan Publik dari Kemenpan RB tahun 2014.

Ia juga mendapat peringkat pertama Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dengan nilai 95,77 skala 100 pada 2015 dan 2016, peringkat pertama Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Kemenpan RB nilai 92,7 skala 100 tahun 2016 dan 2017.

Selain itu, Penghargaan Kementerian Keuangan dalam Akses Kementerian/Lembaga PNBP Terbaik tahun 2016, Penyajian Laporan Keuangan Terbaik SAI (Sistem Akuntansi Pemerintah) di tahun 2016 dan Peringkat Pertama Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP) nilai 3.85 skala 5 tahun 2017.

Penulis buku "Hukum Perusahaan` yang terbit pada 2014 ini menyelesaikan pendidikan dasar di SD Kebon Baru 05 pada 1987. Selanjutnya, pendidikan tingkat pertama dirampungkannya dari SMPN 155 Jakarta pada 1982.

Pendidikan menengah atas diselesaikannya dari SMAN3 Teladan Jakarta pada 1985, untuk selanjutnya, Freddy Harris meraih gelar Sarjana Hukum dari UI pada 1992.

Gelar Master of Laws (LL.M) diperolehnya dari Rijks Universiteit Groningen, The Netherlands pada 1998.

Penulis buku "Notaris Indonesia 2017" ini juga meraih Diploma Acredited Cyber Crimes Studies di STMIK Perbanas pada 2004 dan Gelar Doktor Ilmu Hukum diperolehnya dari UI pada 2007.

Freddy Harris menikah dengan Media Sari dan dikarunia tiga orang anak yakni Alia Hikma Rossi, Muhammad Ridwan Bukhari dan Raja Arief Nugraha.*(Rikard Djegadut).

Loading...

Artikel Terkait