Budaya

Natal Aman, Pertanda Positif Kemenangan Toleransi dan Kemajemukan

Oleh : very - Selasa, 26/12/2017 11:58 WIB

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian (kiri), Mendagri Tjahjo Kumolo dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, saat meninjau pengamanan Natal di Katedral Jakarta, Minggu (24/12/2017). (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID - Umat Kristiani telah merayakan Natal 25 Desember 2017 dengan penuh suka cita, damai, dan aman.

Ini merupakan bukti kerja keras pemerintah untuk menjamin rasa aman bagi setiap warga negara dan pemeluk agama dan kepercayaan.

“Forum Advokat Pengawal Pancasila (FAPP) menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah (Polri dan TNI) atas terciptanya rasa aman dan nyaman bagi seluruh warganya pada masa Natal dan pada saat perayaan Natal 25 Desember 2017, secara merata  di seluruh wilayah NKRI,” ujar Ketua Tim Task Force FAPP, Petrus Selestinus di Jakarta, Selasa (26/12/2017).

Petrus, yang juga advokat Peradi ini mengatakan, Natal kali ini sangat aman, berbeda dengan sebelumnya yang masih diwarnai gangguan dan ancaman.

Menurut Petrus, Polri dan TNI telah membuktikan kerja kerasnya karena didukung penuh oleh seluruh elemen masyarakat di seluruh pelosok tanah air dan secara aktif membantu pengamanan Natal dan Tahun Baru.

“Kita sudah saksikan bersama bahwa tidak ada insiden sekecil apapun yang mengganggu perayaan Natal Umat Kristiani di seluruh Indonesia. Inilah yang membedakan kondisi menjelang Natal dan Tahun Baru pada tahun 2016 dan tahun-tahun sebelumnya. Kita berharap suasana damai ini tetap terjaga hingga pada masa yang akan datang,” ujar Petrus.

Petrus mengatakan, hal ini merupakan pertanda positif bagi kemenangan toleransi dan kemajemukan, yang selama ini dibajak kelompok tertentu.

“Ini berkat kerja sama yang baik di antara umat beragama, ormas-ormas dan pemerintah yang semakin menemukan chemistry-nya,” ujarnya. 

Kunjungan sekaligus pantauan yang dilakukan secara langsung oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke sejumlah gereja Kristen dan Katolik saat ibadat Natal berlangsung, telah memberikan efek domino bagi seluruh warga masyarakat, berupa rasa aman dan nyaman.

Hal ini, menurut Pertus, merupakan prestasi yang sangat membanggakan di tengah toleransi dan kebhinekaan yang tengah menghadapi cobaan akibat perilaku intoleran dan radikal dari sekelompok orang yang sedang  membangun kekuatan untuk menggantikan ideologi Pancasila dengan ideologi lain.

“Oleh karena itu kita patut mensyukuri sekaligus mengapresiasi setinggi-tingginya kamampuan Polri dan TNI menciptakan kondisi keamanan yang nyaris sempurna, karena sebelum masa Natal dan menjelang masa Natal kondisi keamanan terus terjaga dengan baik,” ujarnya.

Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) ini mengatakan, kemajemukan warga masyarakat yang nyaris terkoyak dan toleransi yang sempat mengalami ancaman, mulai menemukan kembali jalannya dan sudah dirajut kembali. Ini ditandai dengan damainya Natal di seluruh Indonesia, sehingga rasa nyaman yang sebelumnya menjadi sesuatu yang sangat mahal, kini kembali menjadi sesuatu yang bisa dinikmati oleh seluruh lapisan warga masyarakat yang majemuk.

“Mari kita jaga terus keamanan, toleransi dan NKRI, Pancasila serta Bhineka Tunggal Ika sebagai kekayaan bangsa kita,” pungkasnya. (Very)

 

 

Artikel Terkait