Nasional

Hari Lahir Pancasila Diperingati di Pagelaran Kraton

Oleh : adri - Rabu, 31/05/2017 16:35 WIB

Yogyakarta,INDONEWS.ID - Berbagai organisasi kemasyarakatan, komunitas dan aktivis lintas kalangan Daerah Istimewa Yogyakarta yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Pancasila (GERAK PANCASILA) berencana menggelar acara peringatan hari lahir Pancasila pada Kamis 1 Juni 2017 pukul 15.00 - 17.30 WIB di Kagungan Dalem Pagelaran Kraton Yogyakarta. Dalam kesempatan itu, direncanakan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X akan hadir menyampaikan orasi kebangsaan. Menurut koordinator Gerak Pancasila, Widihasto Wasana Putra, peringatan hari lahir Pancasila ini memiliki arti penting terlebih situasi kebangsaan akhir-akhir ini menggugah kesadaran kolektif bangsa bahwa kita telah memiliki Pancasila sebagai idiologi yang mendasari sekaligus mempersatukan Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam semangat Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa. "Harapannya Indonesia senantiasa menjadi aman, tentram, damai, berdaulat dan rakyat adil makmur sejahtera," katanya di Yogyakarta, Rabu (31/5/2017). Widihasto menjelaskan, konsep acara hari lahir Pancasila dirancang secara sederhana, singkat namun sarat makna. Mengingat dilaksanakan dalam bulan puasa maka acara digelar sore hari dan selesai sebelum waktu berbuka puasa tiba. Dalam acara itu akan ditampilkan aubade atau paduan suara kolosal sebanyak 600 orang yang terdiri atas siswa-siswi pelajar dan mahasiswa. Mereka akan menyanyikan sejumlah lagu-lagu kebangsaan untuk membangkitkan semangat nasionalisme dan patriotisme. Lebih jauh Widihasto menjelaskan, hal menarik pembaca teks Pancasila adalah siswa pelajar sekolah yang berasal dari lereng gunung Merapi. Sedangkan pembaca teks Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dipilih siswi pelajar sekolah dari kawasan pantai selatan. Keduanya merepresentasikan bentang garis atau sumbu imajiner antara gunung Merapi dan laut selatan yang berada di atas cakrawala bumi Yogyakarta. Acara inti peringatan hari lahir Pancasila adalah orasi kebangsaan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan pembacaan Ikrar Pancasila oleh Gerak Pancasila. "Seluruh hadirin yang datang termasuk Gubernur akan duduk lesehan bersama di Pagelaran. Pesan yang ingin disampaikan adalah memperkokoh hubungan yang egaliter antara pemimpin dan rakyat. Gubernur akan didampingi Wakil Gubernur, unsur-unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Bupati Walikota, Ketua-ketua DPRD se DIY serta kerabat Kasultanan Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman,"ungkapnya. Sain itu, kata Widihasto, Gerak Pancasila juga mengajak semua matra Tentara Nasional Indonesia, mulai Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara serta Kepolisian mengutus perwakilannya mengenakan seragam kesatuan masing-masing ikut bergabung duduk lesehan dengan rakyat di Pagelaran. "Ini penting sebagai sikap membangun kemanunggalan Rakyat-TNI-Polri. Gerak Pancasila sendiri mentargetkan acara bisa dihadiri 10.000 orang dari seluruh wilayah DIY," jelasnya. Dalam acara ini, tambah Widihasto, diselenggarakan secara gotong royong. Oleh sebab itu Gerak Pancasila mengharapkan partisipasi publik berkenan menyumbang makanan dan minuman untuk keperluan berbuka puasa bagi warga masyarakat yang hadir. Donasi makanan ditentukan berupa nasi bungkus, takjil dan air mineral. Nasi bungkus memiliki nilai simbolik semangat kebersamaan dan kerakyatan. Melalui gerakan nasi bungkus ini, tambah Widihasto, Gerak Pancasila ingin merawat nilai-nilai persaudaraan dan kegotong-royongan yang dilakukan warga Yogyakarta saat terjadi paska gempa bumi dahsyat 27 Mei 2006 silam dan juga saat terjadi gelombang pengungsi akibat erupsi gunung Merapi. Donasi nasi bungkus, takjil dan air mineral dikirimkan langsung di Pagelaran pada hari pelaksanaan acara dalam rentang waktu pukul 12.00 - 15.00 WIB. (Hdr)
TAGS :

Artikel Terkait