Nasional

Tanam Kesadaran Bela Negara, Percik Gelar "Training of Facilitator" Bersama Ditjen Pothan Kemenhan

Oleh : very - Kamis, 26/11/2020 17:05 WIB

Untuk mengembangkan kegiatan Bela Negara Perguruan Cikini (Percik), Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah Percik mengutus 10 (sepuluh) koordinator Bela Negara Unit SD, SMP, SMA1, SMA2, SMK1, SMK2 dan SMK3 untuk mengikuti Training of Facilitator (ToF) yang diadakan oleh Ditjen Potensi Pertahanan (Pothan) Kementerian Pertahanan dan Keamanan (Kemenhan). Satu di antara personil yang mengikuti pelatihan tersebut yakni Lilly Wasitova, Ketua Umum Alumni Perguruan Cikini (ALPERCIK) tahun 2020-2024 (kelima dari kiri). (Foto: Oasenews.com).

Jakarta, INDONEWS.ID -- Untuk mengembangkan kegiatan Bela Negara Perguruan Cikini (Percik), Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah Percik mengutus 10 (sepuluh) koordinator Bela Negara Unit SD, SMP, SMA1, SMA2, SMK1, SMK2 dan SMK3 untuk mengikuti Training of Facilitator (ToF) yang diadakan oleh Ditjen Potensi Pertahanan (Pothan) Kementerian Pertahanan dan Keamanan (Kemenhan).

Satu di antara personil yang mengikuti pelatihan tersebut yakni Lilly Wasitova, Ketua Umum Alumni Perguruan Cikini (ALPERCIK) tahun 2020-2024. 

Seperti dilansir OASENEWS.com, program ini sekaligus merupakan realisasi atas kerjasama Percik dan Ditjen Pothan dalam rangka Penguatan Korps Bela Negara Perguruan Cikini. Pelatihan berlangsung sejak 22 Nopember hingga 2 Desember di Pusdiklat Badiklat Kemenhan, Cibodas, Rumpin, Bogor.

Program Bela Negara merupakan satu di antara tiga standar Pendidikan Percik, selain Standar Soft Skill dan The Innocreate School. Ketiga standar tersebut berjalan beriringan dengan 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan yang diterapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Korps Bela Negara Perguruan Cikini dibentuk sejak Tahun Ajaran 2016/ 2017. Kegiatan pada tahun 2020 ini sempat terkendala oleh pandemi Covid-19. Namun, kini kegiatan kembali berlanjut dengan penanganan yang lebih intensitif dan mendalam.

“Untuk mendapatkan materi serta metode ataupun pendekatan yang tepat, Percik melakukan kerjasama dengan Kementerian Pertahanan dalam hal ini Ditjen Potensi Pertahanan,” seperti dikutip dari OASE.

Tujuan penyelenggaraan program ini adalah untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya bela negara atas berbagai ancaman yang terjadi.

Seperti diketahui saat ini ada banyak cara untuk menghancurkan atau melemahkan bangsa, mulai dari merusak generasi muda dengan mengedarkan narkoba dan pornografi sampai dengan memecah belah bangsa melalui berbagai cara.

Begitupun dengan peperangan antar bangsa yang tidak lagi sekadar menggunakan cara cara kasat mata seperti halnya pemanfaatan senjata untuk memusnahkan musuh. Cara-cara halus yang sering disebut sebagai proxy war justru sangat berbahaya. Salah satunya adalah dengan penguasaan ekonomi. Strategi ini menjadikan segala potensi ekonomi berada dalam kekuasaan asing, setidaknya untuk lini tertentu seperti halnya perdagangan.

“Tidaklah sulit menemui berbagai fenomena tersebut dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari perpecahan antar anak bangsa yang kian menjadi-jadi,  terlebih jika sudah terlibat dalam keasikan dunia politik yang tujuannya sekadar perebutan kekuasaan. Pun ketergantungan bangsa ini akan dengan kebutuhan produk-produk asing sebagai kebutuhan vital sehari-hari, mulai dari sekadar gadget sampai dengan kendaraan mewah, diperparah dengan sikap konsumtif dari sebagaian masyarakat. Tentu saja hal ini hanya akan memberikan keuntungan yang signifikan bagi para produsen yang kebanyakan adalah bangsa asing dengan penguasaan teknologi yang sangat maju,” ujarnya.

Harus diakui berbagai hal tersebut belum menjadi kesadaran masyarakat secara keseluruhan. Karena itu perlu pemahaman yang mendalam terhadap konteks bela negara secara luas demi ketangguhan negara ini dalam waktu ke depan.

“Ketangguhan akan pentingnya kejayaan negara Indonesia dalam berbagai lini kehidupan, tidak terkecuali dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menjadi syarat utama dalam kemajuan peradaban sebuah bangsa”. (Very)

 

Loading...

Artikel Terkait