Daerah

Pemda Mabar Kembali Sosialisasi Proyek Geothermal Wae Sano, PMKRI Ruteng Ingatkan Penolakan Masyarakat

Oleh : Marsi Edon - Kamis, 17/11/2022 11:36 WIB

Ketua PMKRI Cabang Ruteng Santu Agustinus, Nardi Nandeng. Foto:Dok. Pribadi)

INDONEWS.ID - Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Barat, kembali melakukan sosialisasi terhadap kelanjutan rencana proyek geotherma di Wae Sano. Padahal, sejak awal, masyarakat tegas menolak rencana proyek panas bumi tersebut.

Diketahui, Pemda Mabar diwakili oleh Camat Sano Nggoang Alfonsius Arfon bersama perwakilan dari KSP Yando Zakaria, dan Perwakilan dari PT Geodipa Energy Johnedy Situmorang kembali melakukan sosialisasi kepada masyarakat di tiga kampung, yakni kampung Nunang Dasak dan Lempe.

Adapun pelaksanaan sosialisasi itu berlangsung pada Selasa, 15 November 2022 yang lalu.

Pada kesempatan tersebut, Pemda Mabar ingin menawarkan kesepakatan lanjutan atas perubahan prioritas titik pengeboran dari wellpad B di Kampung Nunang yang berjarak 30 meter dengan rumah warga dan rumah adat Nunang ke Wellpad A di Kampung Lempe yang berjarak 150 meter dari pemukiman.

Menanggapi kegiatan sosialisasi rencana lanjutan proyek tersebut, Ketua PMKRI Cabang Ruteng, Nardi Nandeng mengingatkan, masyarakat Wae Sano sejak tegas menolak proyek tersebut. Penolakan masyarakat lebih kepada pertimbangan lokasi proyek yang berada di wilayah kampung dan alasan keselamatan lingkungan.

"Sosialisasi yang difasilitasi oleh Pemda Mabar, Perwakilan KSP, dan PT Geodipa Sumber Energy adalah suatu bentuk kedunguan dan keegoisan Pemerintah. Mengapa demikian, Masyarakat Wae Sano sudah menyatakan sikap untuk menolak keras kehadiran dari proyek Geothermal ini," jelas Nardi Nandeng kepada media ini, Ruteng, Kamis, (17/11/2022)

Lebih lanjut, alumni Unika Santu Paulus Ruteng ini menerangkan, masyarakat Wae Sano dan PMKRI Cabang Ruteng sejak awal menolak proyek tersebut. Karena itu, sosialisasi ulang Pemda Mabar tidak akan mengubah sikap penolakan terhadap proyek yang ada.

"Masyarakat Wae Sano sudah turun Jalan atau berdemontrasi untuk melakukan upaya perlawan terkait dengan kebijakan ini. Kemudian, ini juga bagian dari upaya pemaksaan kehendak Masyarakat, Pemerintah pura-pura tuli mendengar penolakan dari masyarakat," tegasnya.

Ia menambahkan, kehadiran proyek geotherma ini jelas mengganggu ruang hidup masyarakat di Wae sano. Karena itu, PMKRI Cabang Ruteng meminta kepada Pemda Mabar untuk tidak melanjutkan sosialisasi proyek ini.

Pemda Mabar tidak perlu sosialisasi kembali proyek ini. Karena PMKRI Cabang Ruteng akan tetap berdiri masyarakat Wae Sano untuk menolak," tutupnya.*

Artikel Terkait